Berdoadi Malam Natal yang sunyi. Kesunyian malam Natal menyambut kedatangan hadiah terbesar dari Allah. Kesunyian malam Natal memulai riang gembiranya lonceng menyambut janji-janji Allah bagi manusia. Kesunyian malam Natal membuka pengharapan baru, pengharapan akan masa depan yang indah bagi kita semua. Sungguh DRAMANATAL "HADIAH YANG KEKAL" 0 komentar. Posting ini, saya repost, karena banyak teman-teman yang tidak menemukan di menu bahan Natal. Mudah-mudahan sekarang sudah keindeks sehingga mudah mencarinya. Selamat menyimak dan selamat mencoba. Kiranya menjadi berkat dan bisa mengubah bagi semua anak, orang tua, guru dan siapa saja yang Inilahdrama natal tentang persatuan dan ulasan lain mengenai hal-hal yang masih ada kaitannya dengan drama natal tentang persatuan yang Anda cari. Berikut ini tersedia beberapa artikel yang menjelaskan secara lengkap tentang drama natal tentang persatuan. Klik pada judul artikel untuk memulai membaca. Semoga bermanfaat. KLIKKORRANCOM – Dalam artikel ini terdapat kumpulan caption ucapan selamat Natal, 25 Desember 2021.. Kumpulan caption berikut terdiri dari kutipan/quote, kata mutiara, kata bijak yang inspiratif dan penuh nasehat dalam rangka menyambut Natal 2021. Kamu bisa membagikan caption Natal 2021 berikut ini sebagai ucapan selamat kepada keluarga, sahabat, pacar dan DeddyG. Satyaputra adalah “Fajar Pengharapan Diiringi Ratapan”. Di GKI Darmo Permai perayaan Natal pun dirayakan dengan pementasan drama Natal yang kembali membawa anggota jemaat yang hadir ke jaman kelahiran Yesus. Tentang Kami. Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) terdiri dari 225 jemaat yang terbagi dalam 19 klasis dalam 3 Sinode BeliBUKU NATAL KISAH TENTANG PENGHARAPAN di PUSATBUKUBEKAS80. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia! Download Tokopedia App. Tentang Tokopedia Mitra Tokopedia Mulai Berjualan Promo Tokopedia Care. Kategori. Masuk Daftar. meja kayu tempered glass iphone 11 new era lem MenghadapiPikiran Seksual dengan Benar sesuai Firman Tuhan. Saat ini kita akan membahas topik yang agak sedikit sensitif. Topik ini mengenai hubungan antara lawan jenis dan godaan seksual. Kapan pun Alkitab menyebutkan tentang dosa, yang sangat sering disebutkan adalah dosa antara laki-laki dan perempuan, seperti perzinahan, percabulan, dll. Dandalam masa interim ini, Allah telah mempercayakan banyak hal untuk kita kerjakan. Kita, sebagai pengikut Kristus di akhir zaman ini, harus merangkul dan menghidupkan kembali keyakinan pengikut-pengikut Kristus awal itu. Tema Natal kali ini, “Bersinar dan Menjadi Terang” (Matius 5:16), mengingatkan kita akan tugas utama yang dipercayakan Yangterakhir, saat Anda melihat reaksi dunia terhadap krisis ini – itu sendiri adalah pengingat yang sangat jelas mengenai mortalitas kita – jangan lalai membagikan pengharapan yang Anda miliki dalam Yesus (1 Ptr. 3:15). Ceritakan bagaimana Dia menyelamatkan Anda dari epidemi dosa dan hukuman kematian yang universal. NASKAHDRAMA NATAL Buku Baru NASKAH DRAMA NATAL oleh Diah Pawitri SINOPSIS Tokoh Raja Sifat bijaksana Permaisuri Cerdas dan penuh perhatian Mbok Rondo Sengsara tetapi selalu penuh pengharapan Anak anak Percaya kepada Ibunya Wanita 1 Jujur Wanita 2 Licik Pengajaran Seorang Ibu akan selalu mengasihi anaknya bagaimanapun b1OA3. “DALAM TUHAN ADA PENGHARAPAN” Di sebuah kota kecil, ada sebuah keluarga Kristen yang sangat harmonis. Keluarga ini sangat taat pada Tuhan dan mereka rajin beribadah di Gereja. Ribka merupakan putri dari keluarga itu. Ayah Ribka, Pak Agus merupakan dosen ternama, sedang Ibu Ribka, Ibu Vivian hanyalah seorang Ibu rumah tangga biasa. Ribka juga mempunyai seorang kakak, Fandy yang sikapnya kadang-kadang cuek. Walau begitu Ribka sangat senang dan merasa cukup dengan keluarganya ini. Suatu hari, keluarga ini mendapat sebuah masalah. Masalah yang berawal dari perselingkuhan yang dilakukan oleh Pak Agus dengan seorang mahasiswi di universitas tempat ia bekerja. Dan ternyata mahasiswi tersebut adalah Tasya, teman sekelas Fandy, yang sering datang ke rumah mereka, yang akrab juga dengan Ribka dan Ibu Vivian. Pengenalan Tokoh 1. Ribka yang diperankan oleh Inggrid. Ribka merupakan seorang gadis baik, cerdas, cantik, serta rajin beribadah, hanya saja ia memiliki sikap yang keras. 2. Pak Agus yang diperankan oleh Yarmanto. Pak Agus merupakan Ayah Ribka, memiliki sifat tegas, tetapi cepat marah dan tidak bertanggungjawab. 3. Ibu Vivian yang diperankan oleh Peprianti. Ibu Vivian adalah Ibu Ribka, memiliki sikap yang agak keras dan emosional. 4. Fandy yang diperankan oleh Ferdinan. Fandy adalah Kakak Ribka, Sikapnya kadang-kadang cuek, walau padahal ia juga bisa perhatian dan dewasa. 5. Tasya yang diperankan oleh Ditha. Tasya adalah teman Fandy, ia bersekolah di universitas yang sama dengan Fandy. 6. Vika yang diperankan oleh Fitriana. Vika adalah salah seorang sahabat Ribka. 7. Nadya yang diperankan oleh Cindy. Nadya adalah sahabat dari Ribka dan Vika. 8. Enjel diperankan oleh Angela. Enjel adalah teman sekelas Ribka, yang ternyata adalah seorang pengguna narkoba. 9. Daniel yang diperankan oleh Dafli. Daniel adalah pacar Ramah, sikapnya baik, ramah, bijaksana. 10. Ibu Rut yang diperankan oleh Hesty. Wali kelas Ribka, Vika, Nadya, dan Enjel. 11. Kak Sarah yang diperankan oleh Susantri. Kak Sarah adalah kakak sepupu dari Nadya, ia juga merupakan seorang hamba TUHAN. *** Di pagi yang indah, sekitar pukul Pak Agus sekeluarga melaksanakan saat teduh bersama. Setelah itu Ibu Vivian dan Ribka menyiapkan sarapan dan membereskan rumah. Selesai itu barulah mereka sarapan bersama sebelum mereka menuju ke tempat kerja ataupun ke sekolah. Ribka Mama, sabantar mungkin sa pulang agak lat, soalnya sa ada les sampe sore. Ibu Vivian Yang penting kalo so selesai capat pulang. Fandy Beh, dia itu mama. Bilang les, padahal pigi itu. Ribka ibihh nga, nga kira macam ngana. Ibu Vivian Sudah..sudah.. kamu dua ini masih pagi-pagi so sama tetangga?? Ribka Kak Fandy ini ….. Pak Agus Ya sudah mo.. So te mau pigi sekolah?? Ribka Ada.. tunggu.. berlari Mama Ribka ka skolah dulu, slamat pagi! Ibu Vivian Slamat Pagi. Hati-hati!!! *** Di malam hari, seperti kebiasaan yang dilakukan keluarga ini adalah berkumpul dan bercerita. Mereka menceritakan pengalaman mereka sehari yang mereka sudah lewati. Ribka dengan semangatnya menceritakan apa saja yang ia alami di sekolah tadi, tapi sedari tadi Ribka bercerita panjang lebar, Ayahnya hanya sibuk mengotak-atik handphonenya membalas sms-sms yang masuk dengan raut muka senang, dan Ribka menyadari hal itu. Ribka Papa!!! Papa dengar io yang sa bilang daritadi??? Pak Agus Ioo ada.. berdiri, bermaksud untuk meninggalkan ruangan itu Eh, papa mo kaluar dulu penting ini, Ribka Yuww beh ini papa, sa ada ba carita dia malah pigi!!! Ibu Vivian Sudah,, biar saja, dia juga kan lagi ada urusan. Tanpa disadari oleh dirinya sendiri, Pak Agus meninggalkan handphonenya di kursi yang ia duduki tadi. Handphone itu berbunyi, menandakan adanya pesan masuk. Ribka yang melihat hal tersebut, langsung mengambil handphone itu dan segera membuka sms yang masuk itu. Ribka Astaga..mama.. Liat ini smsnya Ka Tasya di hape-nya papa. Oh.. pantasan papa capat-capat kaluar tadi ternyata ini?? Ibu Vivian Menarik hape dari tangan Ribka Mana? Oh Tuhan.. Apa ini? Kinapa dorang dua ini? Ribka Ebeh mama kinapa itu papa so bagitu?? Ibu Vivian Sudah Ribka, tunggu jo nga pe papa datang baru torang tanya. Saat bersama dengan Tasya, Pak Agus tiba-tiba menyadari bahwa handphone-nya tidak ada. Ia langsung pulang untuk mendapati hp-nya kembali. Ia takut istri dan anak-anaknya membaca sms-sms yang ada di kotak masuk hape-nya. Pak Agus Malam, Papa pe hape dimana? Dengan tergesa-gesa Ribka Ini.. memberikan hape ayahnya, ayahnya mengambil hape itu secepatnya.. tadi ada Ka Tasya pe sms.. Pak Agus oh… jawab singkat karena gugup Ribka Papa, apa papa pe hubungan dengan Ka Tasya?? Pak Agus Yu dia itu papa pe murid. Nga juga tau kan kalo papa ba dosen di universitas yang sama dengan tampat skolahnya Fandy deng Tasya. Ribka Baru kalo bagitu apa itu sms pe maksud?? Papa mo kase lekos sa? marah dan berusaha menahan air matanya Pak Agus Sms apa? Papa te pernah kase ba lekos akan nga. Ribka Beehh tau sa jengkel.. Berlari meninggalkan ayahnya Ibu Vivian Bagus..bagus.. So hebat bagimana? Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Jangan talalo banyak nga. Nga kira torang te tau. Munafik memang!! Pak Agus Apa ini? Ini mama te tau apa-apa, kon maen marah-marah te jelas. Ibu Vivian Te tau apa lagi ini, kalo so di tau te usah mengelak. Papa te malu io sama anak-anak? Ibih so tua kon pe puber mati.. ishhh Pak Agus Emosi Iyo, jadi kinapa kalo butul, kamu mo bikin apa? kamu juga so tau jadi buat apa di sambunyi-sambunyi. Sa so te pusing lagi deng kamu, terserah apa yang kamu mo buat. Ibu Vivian Tak kalah emosi dengan Pak Agus oohh bagitu, io mama pe mau papa kaluar dari ini, rumah, baru urus jo torang pe perceraian!!! Pak Agus Cerai?? Ohh bagus itu, memang itu yang sa mau…. Pertengkaran mulut antara suami istri ini semakin memanas. Ibu Vivian menangis. Akhirnya keributan itu membangunkan Fandi yang sedang tertidur di kamarnya. Fandy Kinapa ini??? Ba ribut skali… Mama kinapa manangis?? Ibu Vivian Tauu nga pe papa itu, dia so te peduli deng torang baru dia mo minta cerai… Sambil menangis Fandy Yuuwh papa, kinapa papa ini?? Macam anak kecil skali!! Pak Agus Behhh pe sibuk deng kamu samua!! beranjak keluar, meninggalkan Ibu Vivian dan Fandy Hari semakin larut, Fandy masih berusaha menenangkan ibunya. Ibu Vivian hanya mengangguk dan segera pergi ke kamarnya. Fandy pun beranjak ke kamarnya setelah memastikan Ibunya telah masuk ke kamar. Fandy Mama, tidor saja eh,nanti besok baru torang bicarakan lagi. *** Esok harinya, Ibu Vivian sudah kelihatan tenang. Mungkin ia telah berpikir semalaman tentang apa yang harus ia lakukan. Fandy dan Ribka telah pergi ke sekolah. Tak lama beberapa menit kemudian, Pak Agus yang semalam tidak pulang ke rumah akhirnya datang. Ibu Vivian Papa, lebeh baek torang cerai saja, sa juga te tahan bagini, buat apa juga torang sama-sama kalo te rukun bagini. Pak Agus Ooh io dengan sinis sa somo urus buat torang pe perceraian. Mungkin satu minggu lagi selesai. Sementara itu di tempat lain, Fandy dan Ribka pergi menemui Tasya. Ribka Tasya!!!! Memang nga cewek te tau malu,, te tau diri skali,, so te laku nga sama cowo-cowo, sisa om-om yang nga mo gate. Fandy Biihh Tasya sa te sangka nga ini eh, sa kira nga taman yang baek, ternyata nga itu perusak rumah tangganya orang. Tasya Yuww sori Fandy, sa te bermaksud ba kase rusak nga pe keluarga. Baru Ribka, mohon maaf ee… nga pe papa sandiri itu yang mau sama sa. Ribka Iiiiiiiii…… Ribka bermaksud menampar Tasya tetapi di tahan oleh Fandy Fandy Sudah jo, te ada guna torang di sini, torang pigi jo!! Menarik tangan Ribka dan pergi meninggalkan Tasya *** Sesampainya mereka di rumah, kedua kakak-beradik ini dikagetkan oleh berita bahwa orang tua mereka sudah sepakat untuk bercerai. Hal ini membuat mereka sangat shock. Ribka sangat kecewa, ia tidak menyangka kalau keluarganya akan berakhir seperti ini. Sedangkan Fandy, sebagai kakak ia menyikapinya dengan tenang, ia tahu bahwa TUHAN akan membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh keluarganya, sehingga ia hanya menyerahkan masalah keluarganya itu pada TUHAN. Ibu Vivian Ribka, Fandy, mama deng papa so sepakat buat bercerai. Mama harap anak-anak mama bisa mangarti!! Pak Agus Iyoo, kamu kan so basar, pasti bisa mangarti akan. Ribka Sa te mangarti, deng te mo mangarti. Kinapa nanti cerai? Te ada jalan laen io? Ibu Vivian Ribka….. Ribka Beh tau, tau… terserah jo,, sa so te mo peduli lagi. Mo cerai kek mo apa kek, sa te mo pusing. Tapi jangan salahkan Ribka kalo Ribka so ba aneh-aneh.. Pergi masuk ke kamarnya Fandy Fandy kecewa skali sama mama deng papa. Kinapa harus cerai? Bukannya cerai itu te dikehendakinya TUHAN? Kinapa ini masalah tidak diserahkan sama TUHAN? Yakin TUHAN pasti menunjukkan jalan yang terbaik. Ibu Vivian Fandy, mama tauu itu, tapi apa torang harus pertahankan keluarga yang tidak harmonis lagi kayak ini? Biar apa yang Fandy mo bilang mama deng papa somo urus ini perceraian. Pak Agus Iyoo, torang cuma mo kase tau saja kamu,, yang penting Fandy deng RIbka so tau, torang akan secepatnya urus ini perceraian. Fandy hanya terus menerus diam, Ibu Vivian tahu persis kekecewaan yang Fandy rasakan, Fandy berbeda dengan Ribka, ia memang jarang menyuarakan kekecewaannya tetapi hal itu tergambar jelas di wajahnya. Sementara itu di kamar, Ribka tak henti-hentinya menangis, ia pun menelpon Daniel, pacarnya, untuk membicarakan masalah yang sedang di alami keluarganya. Selama ini, Daniel-lah yang menjadi tempat curhat Ribka, dan Ribka selalu mendapat solusi yang tepat dari Daniel. Ribka Hallo niel…. Daniel Halo Ribka, kinapa?? Macam ba laen nga pe suara? Nga manangis?? Ribka Biihh sa bingung ini.. Sa pe orang tua mo cerai,, sa so te tau mo bikin bagimana lagi supaya dorang baku baek lagi. Sa capek skali…. Daniel Iioo Ribka sa juga ikot sedih, tapi kalo boleh kase saran lebeh baek ini masalah nga serahkan sama TUHAN. Nga tau kan kalo TUHAN te pernah kase masalah yang torang sendriri te bisa selesaikan. Yakin Tuhan pasti kase jalan kluar. Baru nga bujuk-bujuk lagi nga pe orang tua supaya dorang baku baek ulang. Ribka sa mo coba… Makasi nga pe saran bagus skali. Daniel Sama-sama. Tapi nga harus percaya dan yakin kalo TUHAN pasti bantu ngana. Ribka Iyooo.. sudah dulu,e… so tengah malam ini, sa so mo tidor dulu. Daniel Iyoo.. tidor jo… jang lagi manangis..! Setelah bercerita dan mendengar nasihat dari Daniel, Ribka merasa terhibur. Ribka pun terketuk pintu hatinya untuk berdoa kepada TUHAN. Ribka “TUHAN YESUS yang baik, terima kasih atas segala berkat dan kasih-MU yang masih bisa Ribka rasakan hingga saat ini. TUHAN, saat ini dengan segala kerendahan hati, Ribka mohon TUHAN bantu menyelesaikan masalah yang sedang keluarga Ribka hadapi. Tuhan ketuk pintu hati kedua orang tua hamba, agar mereka tidak jadi berpisah. Dalam nama TUHAN YESUS, Ribka sudah berdoa, AMIN” Tak henti-hentinya Ribka berdoa memohon kepada TUHAN agar kedua orang tuanya batal untuk bercerai. Tetapi kenyataannya, masalah perceraian kedua orang tuanya sudah memasuki sidang. Ribka pun merasa putus asa, dia berpikir, TUHAN tidak pernah mau mengabulkan doanya. Ribka pun merasa terabaikan karena, Ibunya tidak lagi mempedulikannya sejak ia mengurus perceraiannya. Hal itu membuatnya terpengaruh pada Enjel. Enjel Ribka, kinapa nga? Macam sa liat-liat nga ini murung turus, ada masalah?? Ribka Te ada apa-apa… Enjel mungkin nga te mau cerita nga pe masalah sama sa. Tapi sa ada solusi yang tepat buat nga pe masalah itu. Deng sa jamin nga pe beban langsung hilang. Kalo nga mau, nanti ba bilang sama sa. Ribka Butul iio?? Apa depe solusi?? Enjel Mengambil sesuatu di dalam tasnya Ini.. menunjukkan beberapa butir obat Ribka Tapii..ini.. biihh sa takot… Enjel Te apa-apa ini nanti yang bikin nga bisa lupa nga pe masalah. Sa juga biasa ba minum ini kalo ad masalah. Nanti torang ba minum di sa pe rumah saja, tapi jangan bilang sama sapa-sapa. Ribka Ragu Oh..iyo.. Setelah bel pulang berbunyi, Ribka dan Enjel pulang bersama. Saat berjalan menuju gerbang sekolah, ia bertemu dengan teman-temannya, Vika dan Nadya. Vika Ribka, torang pulang sama-sama ntah! Nadya Iyoo intah.. Ribka Duluann jo kamu, sa masi ada urusan penting. Sesampainya di rumah Enjel, Ribka pun segera meminum obat pemberian Enjel. Dan benar seperti yang Enjel katakan, Ribka pun merasa melayang, melupakan segala masalah yang ia sedang hadapi. Ribka pun ketagihan dan menjadi ketergantungan pada obat itu. *** Ibu Rut, wali kelas Ribka, dan juga Vika dan Nadya menyadari perubahan Ribka, merekapun mendatangi rumah Ribka, untuk menceritakan masalah Ribka pada Ibunya. Ibu Rut Jadi begini, bu, anak ibu, Ribka sudah seminggu ini tidak masuk sekolah, kami juga tidak pernah menerima surat keterangan darinya apa dia sakit atau lainnya. Ibu Vivian Tidak masuk sekolah?? Ribka tiap hari ke sekolah. Vika Iyo butul itu tante, waktu pulang sekolah sa te sengaja liat dia kaluar dari rumahnya Enjel, kon sa ikot dia, ternyata dia nae taxi pigi kamari. Nadya Berarti setiap jam sekolah dia di rumahnya Enjel, pas jam pulang baru dia pulang juga ka rumah. Ibu Vivian Enjel?? Siapa Enjel? Ibu Rut Enjel itu murid sekolah kami, dan menurut siswa lainnya dia itu pengkonsumsi narkoba. Kami beranggapan bahwa Ribka telah dipengaruhi oleh Enjel. Ibu Vivian Jadi menurut kalian, Ribka sudah mengkonsumsi narkoba?? VIka Iyo tante. Baru tante ada yang sa mo bilang, tapi sa minta maaf dulu karena so ba kase tau ini. Jadi, bagini kamarin sa ada ba telpon sama Ribka, sa tanya kinapa dia so berubah? Dia bilang ini gara-gara depe ortu, depe ortu somo cerai, baru dia te mau dorang cerai, dia bilang dia mau depe keluarga kayak dulu lagi. Ibu Vivian Iya, tidak apa nak Vika. Ribka memang yang paling bersikeras agar tante dan om batal cerai. Tapi tante te sangka dia sampai senekat itu. Tante akui, tante dengan om so salah, kami berdua terlalu egois, hanya mementingkan urusan masing-masing tanpa mempedulikan Ribka dan Fandy. Nadya Eh,iyo tante, kalo tante mau, besok ato kapan bagitu, datang di rumahnya sa, ada itu kakak, dia itu hamba TUHAN, mungkin dia bisa bantu mendoakan masalah keluarganya tante. Ibu Vivian Makasih nak ya, tante pasti akan datang. Nadya Sama-sama tante. Ibu Rut Kalau begitu, kami semua permisi dulu. Ibu Vivian Iya, terima kasih banyak. Setelah Ibu Rut, Vika, dan Nadya pulang, Ibu Vivian segera menghubungi Pak Agus. Ibu Vivian menceritakan semua yang dikatakan oleh Ibu Rut, Vika, dan Nadya. Mereka pun sepakat untuk berbicara dengan Ribka. Ibu Vivian Ribka, sini dulu!!! Ribka Kinapa behh??? Pak Agus Ribka, papa deng mama mangaku so salah, selama ini papa deng mama so talalo egois, te pernah mau dengar pendapatnya Ribka deng Fandy, juga hanya sibuk dengan urusan perceraian. Papa minta maaf…. Ibu Vivian Mama juga minta maaf. Tapi kinapa dengan Ribka sekarang? Ribka so te masok-masok sekolah, so te pernah ibadah, baru bergaul dengan anak yang tidak baik. Ribka Tidak, sapa yang bilang? Susupo memang!! Ibu Vivian Yang bilang itu Ibu Rut, Vika, deng Nadya. Baru dibilang Ribka baku taman deng Enjel. Pak Agus Ribka, berteman itu tidak dilarang, tapi Ribka sendiri harus bisa memilih mana yang baik mana yang tidak. Jangan memilih teman yang akan menjerumuskan kita ke hal-hal yang tidak baik. Ribka ehhh, baru?? Urus saja papa deng mama pe urusan, ta usah urus sa pe urusan. Terserah saya noh ba taman deng sapa. Sama saja dengan papa deng mama yang seenaknya bilang mo cerai, kan papa deng mama pikir terserah papa deng mama kalo mo cerai ato mo nikah lagi,, sa juga so nyaman bagini…. Ibu Vivian Ribka!! Mama deng papa kan so minta maaf. O,iyo besok Ribka deng Fandy ikut mama deng papa eh, torang mo pigi di sama itu hamba Tuhan. Ribka Ya, ya, yah.. terserah.. sa ba ikot-ikot jo… Ribka pergi ke kamarnya Keesokan harinya, keluarga Pak Agus pergi ke rumah Nadya untuk bertemu seorang hamba Tuhan yang bernama Kak Sarah. Ibu Vivian Selamat sore.. Kak Sarah Selamat sore.. mari masuk!! Ibu Vivian Nadya-nya ada? Kak Sarah Ada, saya panggilkan dulu. Ibu Vivian Ya. Kak Sarah Nadya….. Nadya Ya.. Kak Sarah Ini ada tamu.. Beberapa menit kemudian Nadya datang bersama Vika dan Daniel. Vika berantusias datang karena ia tahu Ribka, sahabatnya juga datang. Sementara Daniel pacar Ribka, juga datang untuk Ribka. Mereka semua berharap Ribka bisa kembali seperti dulu lagi. Nadya Sore tante, om, Ribka, Kak Fandy. Vika Halo Ribka, macam so pe lama torang te ketemu. Daniel Hai Ribka.. Ribka Bingung dengan kehadiran teman-teman dan pacarnya kinapa kamu samua ada di sini? Kak Sarah Mengambil alih pembicaraan Ohh.. ini yang namanya Ribka. Nadya sudah banyak bercerita tentang Ribka sama Kakak. Daniel Iyo, kak.. Ribka ini anak yang baek skali.. cuma torang so bingung deng dia sekarang.. torang heran deng depe perubahan. Fandy Kakak, tolong sa pe ade ini, buka akan depe jalan pikiran itu… Ribka menyenggol tangan Fandy Apa kakak ini ee? Dengan setengah berbisik Ibu Vivian Jadi begini…. pembicaraannya terhenti karena langsung dipotong oleh kak Sarah Kak Sarah Sudah, Ibu tak perlu jelaskan lagi, Nadya sudah menceritakan semua sama saya. Saya sudah tahu permasalahannya. Jadi, boleh saya bicara berdua dengan Ribka? Ibu Vivian Iya.. Silahkan. Kak Sarah mengajak Ribka di sebuah ruangan. Di ruangan itu hanya ada mereka berdua. Kak Sarah pun mulai bercerita dengan Ribka. Kak Sarah Ribka, Kakak tahu apa yang sedang kau alami, tapi cara menyelesaikannya juga tidak harus seperti itu. Bukankah Ribka sendiri tahu, bahwa itu salah, bolos sekolah, sampai mengkonsumsi obat-obat terlarang. Apa Ribka lupa? Bukankah Ribka masih punya TUHAN YESUS, TUHAN yang sanggup untuk menyelesaikan apapun masalah yang kita hadapi. Tapi itu juga, Ribka harus mengimaninya, jangan meminta sesuatu tanpa percaya dan yakini itu akan benar-benar terjadi. Dan satu hal yang Ribka harus tahu di dalam TUHAN tidak ada satupun yang mustahil. Ribka Kak, sa so berdoa sama TUHAN siang deng malam, tapi kinapa TUHAN te mengabulkan sa pe doa? Dari situ sa so jadi putus asa mo berdoa sama TUHAN. Kak Sarah TUHAN bukannya tidak mengabulkan doamu. Ribka perlu bersabar, tidak seperti habis berdoa dan jadi seperti apa yang kita minta. Ribka tahu TUHAN sudah menyediakan rencana yang besar buat Ribka, dan rencana TUHAN itu tidak seperti rencana manusia, Ia punya cara sendiri yang tidak dapat terselami serta tidak disadari oleh Ribka sendiri. Oleh karena itu, Ribka harus selalu bersyukur kepada TUHAN. Ribka Tapi kenapa sampe sekarang sa pe orang tua tetap ba urus dorang pe surat cerai. Apa TUHAN mau dorang cerai?? Kak Sarah Ribka, rencana TUHAN itu indah pada waktunya. Saat menghadapi masalah percayalah di dalam TUHAN ada pengharapan. Ada pelangi sehabis hujan, bukan TUHAN yang menjanjikan itu? TUHAN tidak akan pernah melupakan janjinya. Jadi bersandarlah pada TUHAN, TUHAN menyediakan segala yang terbaik untukmu. Ribka O,iyo sa mengerti sekarang, mungkin inilah jawaban dari doa-doanya sa. TUHAN so jawab sa pe doa smua… ini solusi yang cari selama ini untuk masalahnya sa. Kak Sarah Ribka so mengerti kan? Mencari jalan keluar dari masalah hanya ada pada TUHAN. Sekarang kita berdoa Mari kita berdoa -amin. Sehabis berbicara dengan Ribka, Kak Sarah kini berbicara dengan kedua orang tua Ribka. Kak Sarah Sebelumnya saya mau minta maaf kalau saya sudah lancing berbicara seperti ini pada Pak Agus dan Ibu Vivian, tetapi TUHAN ingin pakai saya untuk berbicara dengan Pak Agus dan Ibu Vivian. Kalian adalah panutan bagi anak-anak kalian, lalu jika kalian sendiri seperti ini, bagaimana dengan anak-anak kalian? Bukankah TUHAN sendiri tidak menghendaki adanya perceraian. Bahwa apa yang telah dipersatukan oleh TUHAN tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Jadi, jika kalian mendapat masalah seperti ini, coba bicarakanlah dengan TUHAN, TUHAN selalu terbuka untuk siapa saja. Ia tidak pernah meninggalkanmu. Ibu Vivian Iya, saya sadar selama ini sudah melakukan kesalahan, bahwa saya tidak pernah mengikutsertakan TUHAN untuk menyelesaikan masalah ini. Pak Agus Iya, saya juga sadar, kalau selama ini ternyata kesenangan dan kenikmatan sesaat yang saya rasakan, menutup mata saya sehingga saya sudah menyakiti hati keluarga saya, terutama hati TUHAN. Kak Sarah Jadi Pak Agus dan Ibu Vivian sudah memahami, bahwa yang kalian lakukan itu adalah salah di mata TUHAN. Sekarang kita berdoa bersama dengan yang lainnya. Mari kita berdoa -amin Kini Pak Agus dan Ibu Vivian telah menyadari kesalahan yang mereka perbuat dan mereka berjanji pada TUHAN untuk tidak mengulanginya lagi. Ribka juga telah bertobat, dan kembali kepada TUHAN. Keesokan harinya Tasya datang ke rumah Ribka dan meminta maaf pada keluarganya Ribka. Tasya Tante, Ribka, deng Fandy, sa minta maaf, kalo selama ini sa so banyak salah sama keluarganya kamu. Sa harap kamu bisa kase maaf sa. Ibu Vivian Iyo, torang so kase maaf nga dari dulu, cuma sekarang lebih baik nga minta maaf sama TUHAN. Tasya Iyo, sa sadar, yang sa bikin selama ini so menyakiti hati TUHAN. Ribka Butul yang Kak Sarah bilang, kalo rencana TUHAN itu akan lebih dari apa yang kita bayangkan. Fandy O,iyo, besok kan paskah, bagimana kalo torang pigi ibadah sama-sama? Ribka Okeh,, tapi ada sa punya teman yang harus dibawa sama TUHAN. Ma,, Ribka ka rumahnya Enjel dulu,e… Ribka pun dengan senang hati dan penuh pengharapan pergi ke rumah Enjel. Dia percaya TUHAN pasti akan menolongnya untuk menyadarkan Enjel. Ribka Enjeell, besok kan paskah, nga mau tidak pigi ibadah deng sa?? Enjel Biii, Ribka tumben?? Memangnya nga so tobat, pe capat jooo… Ribka Iyo, sa so tobat ini, sa sadar kalo selama ini yang torang buat so salah, sekarang sa te mau sia-siakan pengorbananTUHAN di kayu salib. Jadi sa mo bikin perbuatan yang kase senang TUHAN pe hati. Kebangkitan TUHAN itu adalah kemenangan buat orang yang percaya. Jadi, karena sa so di kase kemenangannya TUHAN sa akan lebih menghargai sa pe hidup. Enjel Tapi, kalo mo di pikir-pikir juga butul juga e. TUHAN YESUS so rela mati di kayu salib cuma buat torang, kon torang sia-siakan TUHAN pe pengorbanan sama torang. Ribka Senang berarti besok nga mo pigi ibadah paskah dengan sa? Enjel Iyo, sa mau,, sa somo bertobat, sa mo terima TUHAN YESUS sebagai JURUS’LAMAT, yang ba kase kemenangan buat sa karena Dia so bangkit. Akhirnya keluarga Pak Agus dapat rukun kembali dan Tasya, Ribka, serta Enjel menyadari perbuatan mereka dan bertobat. Melalui drama ini kita dapat mengambil hikmah, yaitu bahwa apabila kita memiliki masalah, kita harus yakindan percaya bahwa TUHAN pasti telah sediakan jalan keluar dan dalam TUHAN YESUS pasti ada kemenangan dan pengharapan bagi orang yang percaya END Created by Cindy Narator Menjalin kasih adalah menyatakan surga bagi kehidupan bersama karena setiap orang saling membutuhkan. Tanpa kehadiran orang lain, hidup akan terasa hampa dan tak dapat berkembang. Persaudaraan yang rukun adalah anugerah terindah seperti ketika mentari bersinar dan memancarkan cahayanya. Namun kadangkala mendung kebencian mengintip dan irih hati merongrong. Tergores antara suka dan duka saat ingin menjalin keakraban. Suatu hal yang pasti tak ada kasih yang lebih besar daripada mengorbankan harta benda untuk meraih persaudaraan itu. Dan ketika semuanya terbersit dalam “suara cangkir” seolah ia pun menyuarakan persaudaraan sejati. “Ketika Cangkir Bersuara”… Tokoh 1 Masuk Narator Ini cangkir tapi bukan cangkir biasa, ini cangkir kehidupan. Seperti cangkir, menampung manisnya suka dalam kehidupan dan kadang tertutup pahitnya sedih. Ada pegangan, pegangan pada raga yang lemah agar tak terjatuh ketika dosa menggoda. Hati – hati, mudah retak mudah pecah dan bisa melukaimu. Tokoh 2 masuk Narator Kita bersaudara, seperti cangkir. Saat tak berisi asa, dibuang layak tak tentu. Mengukir cerita lama yang sudah usang, kita tak pantas bersuara seperti ini. Seperti cangkir, mudah retak karena sudah tak mampu berbuat, pun muak tuk melanjutkannya. Tapi tak ada kisah itu buat kita kini Tokoh 3 masuk Narator Sebuah cangkir yang harganya mahal tetapi tak semahal persaudaraan dan kebersamaan persekutuan kita. Sebuah cangkir indah tapi tak seindah persaudaraan kita. Sebuah cangkir gampang pecah dan retak, persaudaraan jangan sampai retak apalagi pecah. Jagalah cangkir persaudaraan jangan diisi dengan irih hati, perseteruan atau dengki dan jangan diisi dengan minuman memabukan apalagi dosa. Tapi isilah cangkir dengan kasih yang menampung segala suka dan duka kehidupan dan cangkir persaudaraan yang telah dirajut oleh tangan-tangan pemenang kasih. tokoh 4 masuk Narator Kujadikan cangkir ini sebagai kisah kita. Tanda semuanya belum usai, ia masih ada diantara kita. Bagiku, cangkir ini adalah persahabatan kita. Ada kasih di cangkir itu!! Saat kidung Natal menjadi momen kelahiran Kristus, saat itu pula kehadiran persaudaraan hendaknya diluruskan kembali. Semangat persaudaraan menjadi tanda bahwa kita pun diutus untuk mewartakan tanda kasih Yesus kepada semua orang. Kado Natal tak selamanya harus yang mewah, hanya sebuah pengertian yang menghantar kasih Yesus untuk dihayati bersama. Semoga dengan pesta Natal, kita tetap memberi warna kasih dalam persaudaraan kita dengan sesama. Refleksi dari Pelayan Ibadah II Korintus 518-21 “PELAYANAN UNTUK PENDAMAIAN” Kita semua tahu Cangkir/Gelas. Kita menggunakannya untuk minum entah minum teeh, minum saat haus atau makan. “Cangkir yang bersuara” adalah judul refleksi dari fragmen yang dipertunjukan tadi. Pertanyaan kita adalah Apakah cangkir dapat bersuara seperti manusia? Tentu tidak, yang dimaksud cangkir atau gelas bersuara adalah bunyi khas ketika cangkir atau gelas saling bertemu atau beradu, juga bunyi cangkir yang jatuh atau pecah. Cangkir atau gelas adalah barang pecah belah. Gampang retak dan mudah pecah. Karena itu ketika kita membawa barang pecah belah sebagai bagasi maka di bagasi itu akan tertulis “Awas, barang pecah belah” atau “hati – hati gampang pecah”. Cangkir atau gelas akan dijaga dengan baik agar aman dalam perjalanan sampai tiba di tempat tujuan. Lalu apa hubungan cangkir bersuara dengan Natal yang kita rayakan saat ini? Memang cangkir bukan bagian dari aksesoris Natal seperti halnya Lilin, atau Pohon Nata atau Kandang dengan Palungan. Tetapi dari refleksi “Cangkir yang bersuara”, kita belajar tentang persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan dalam keluarga yang rukun sebagai panggilan Allah bagi saya dan saudara. Inti dari bacaan Alkitab bagi kita dalam perayaan Natal ini adalah Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh karena Kristus. Yesus Kristus adalah karya pendamaian itu. Oleh karena dunia telah diperdamaikan dengan Allah melalui Kristus, maka kepada setiap orang percaya ada seruan “Berilah dirimu didamaikan dengan Allah”. Hakekat Natal adalah pendamaian Allah, pendamaian dunia, pendamaian di antara sesama manusia. Jadi merayakan Natal berarti kita mesti hidup saling berdamai satu dengan yang lainnya karena Allah sudah mendamaikan. Allah sudah merendahkan diriNya. Allah sudah menjadi manusia. Apabila kita tidak hidup dalam perdamaian dengan orang lain maka itu artinya kita menyangkal hakekat Natal. Hari ini ketika kita merayakan Natal Yesus Kristus, marilah kita bertanya pada diri kita masing – masing “Apakah kita sudah saling berdamai antara suami/istri, orang tua/anak, kakak/adik, tetangga bertetangga dan dengan sesama kita yang lain? Marilah kita belajar dari Kisah Cangkir. Ketika beberapa sahabat berkumpul dan minum teeh bersama dan mengikat persahabatan maka mereka akan saling “tosh”. Gelas dan cangkir akan saling beradu seperti bunyi dalam refleksi tadi, maka minum teeh dan persahabatan akan terus berlanjut. Sebaliknya, jika terjadi benturan keras akibat cangkir dibanting maka cangkir akan pecah. Bila sudah pecah cangkit tidak dapat digunakan lagi, serpihannya akan dibuang. Hidup persaudaraan, hidup persekutuan dan hidup keluarga memang sering mengalami benturan tapi janganlah sampai pecah. Kemarahan, irih hati, kebencian dan egoisme yang seringkali menyebabkan persaudaraan dan persahabatan menjadi retak bahkan pecah, hendaknya kita tanggalkan. Melalui Natal, Yesus Kristus telah datang untuk menjadi jembatan yang menyatukan bukan membuat pecah. Rayakanlah Natal dengan sukacita dengan tetap menjaga kebersamaan, persekutuan dan persaudaraan jangan sampai pecah. Terimalah damai Natal dari Kristus. Alamilah kuasa Natal Yesus Kristus. Jadilah pembawa damai Natal dari Kristus. Jadikan hidup seperti cangkir atau bejana yang diisi oleh kasih Kristus , diisi oleh FirmanNya dan bukan oleh irih hati, dengki, amarah, kebencian juga roh kemabukan. Selamat Merayakan Natal Yesus Kristus. Keterangan Adegan para tokoh masuk dapat dikreasikan berupa gerakan pantomim dengan cangkir, tarian cangkir, atraksi cangkir dan lain sebagainya yang cocok dengan konteks masing – masing. Tuhan memberkati. Hai, sahabat DEAR PELANGI Kali ini saya masih membagikan naskah Drama/Fragmen Natal bagi Sekolah Minggu. Dalam naskah ini Para pemeran melakukan sedikit dialog dengan banyak adegan. Kekuatan cerita ada pada Narator dan Pengisi Suara. Untuk Pemeran Gepeto dan Pinokio hanya beradegan saja. Drama/Fragmen ini mengisahkan tentang kebersamaan sebagai keluarga Allah. Semoga nasakah ini menjadi berkat untuk semua. Tuhan memberkati. FRAGMEN NATAL “HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH” Para Pemeran Maria dan Yusuf Para Gembala Orang Majus Gepetto Pinokio Anak – anak Sekolah yang Nakal Gadis Penjual Korek Api Seluruh anak Sekolah Minggu Narator Kasih Allah sudah dinyatakan bagi dunia dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus ke dalam dunia. Yesus datang untuk kita. Yesus lahir bagi kita. Ia dilahirkan oleh perawan Maria, di sebuah kota kecil di Betlehem. Wajah Maria cerah berseri, bayi yang Kudus dibuainya. Bayi kecil itu dibaringkan dalam palungan dan di bungkus dengan lampin. Bayi Yesus tidur dengan tenang, di malam yang hening, sunyi dan senyap. Maria dan Yusuf menjaga-Nya Adengan masuk Maria, Yusuf dan Bayi Yesus. Narator Malak Sorga bersukacita karena kelahiran-Nya, terdengar tembang Malaikat bergema di Efrata “Kemuliaan bagi Alah di tempat yang Maha Tinggi dan damai sejahtera di bumi, di antara manusia yang berkenan kepada-Nya. Para gembala segera meninggalkan padang gembalaan dan menjumpai bayi itu. Adegan gembala-gembala masuk Pemimpin Gembala Teman – teman Mari kita pergi ke Betlehem dan melihat apa yang terjadi di sana. Gembala lainnya Ayo kita pergi Narator Para gembala menerima kabar mulia dan menjadi saksi kelahiran-Nya, bukan para ahli kitab, bukan para nabi, bukan raja Yerusalem, bukan pula Kaisar dari Roma. Itulah kasih Tuhan yang besar, kasih tanpa pandang bulu. Lagu Slamat - Slamat Datang - Adegan para gembala keluar Narator Dari Timur tempat yang jauh, tak ketinggalan para Majus. Dengan mengikuti bintang yang menjadi penunjuk arah, mereka mencari Raja Sorga yang telah lahir. Mereka datang untuk menyembah-Nya dan mempersembahkan Emas, Kemenyan dan Mur. Adegan masuk para Majus Majus 1 Lihat itulah bintang-Nya. Majus 2 Wah,,Akhirnya kita sampai juga Majus 3 Ayo kita masuk dan memberi persembahan ini. Adegan para Majus memberi persembahan Narator Para Majus menyembah-Nya sebagai tanda kedatanganNya bagi segala bangsa. Itulah kasih Allah yang besar. Kasih bagi segala bangsa, kasih bagi semua orang. Lalu para Majuspun pulang mengikuti jalan yang lain. Para Majus Keluar Narator Itulah Natal pertama di Betlehem. Natal tanpa petasan, Natal tanpa SinterKlas, Natal tanpa pohon terang, Natal tanpa kelap – kelip lampu Natal. Tetapi Kasih Allah yang menjadi sukacita di hati Keluarga Maria dan Yusuf, di hati keluarga para Gembala dan keluarga. Yesus telah lahir supaya HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH dalam kasih. Lagu HAI DUNIA GEMBIRALAH Narator Gereja – gereja merayakan Natal di tahun ini dengan tema HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH. Kita semua hidup di tengah keluarga. Kita tidak bisa hidup sendiri. Kita membutuhkan orang lain untuk hidup bersama sebagai keluarga Allah. Namun adik – adik,,, ada sebuah tentang seorangyang hidup sendirian. Pada suatu masa, hiduplah seorang tukang kayu bernama Gepetto. Ia sudah tua dan amat kesepian tanpa memilikikeluarga ataupun sanak saudara yang hidup bersamanya. Suatu hari Gepetto membuat sebuah boneka kayu berbentuk seorang anak laki-laki. Gepetto hidup bersama boneka kayu itu namun Gepetto merasa sangat kesepian. Gepetto membutuhkan seorang teman, maka Gepetto pun berdoa agar boneka kayunya bisa hidup. Pengisi Suara Ya Tuhan, saya ingin sekali memiliki seorang anak laki-laki untuk menemaniku di masa tuaku. Tapi saya tahu Tuhan, mana mungkin itu bisa terjadi, karena saya sudah tua dan tidak mempunyai istri. Narator Gepetto selalu berdoa kepada Tuhan. Gepetto tidak pernah menyerah dan putus asa hingga suatu hari Tuhan menjawab doa Gepetto. Boneka kayu Gepetto akhirnya hidup dan menjadi seorang anak laki – laki. Adegan Gepetto masuk dengan Pinokio Pengisi Suara Trima kasih Tuhan,,, trima kasih Tuhan … boneka kayu akhirnya hidup. Heii siapa namamu ??? Tes … tes … tes … Saya pinokio ,,, saya pinokio… Pinokio … saya senang sekalii kamu hidup,,, Pinokio ,,, ingatlah … kamu harus menjadi anak yang baik. Setiap kali kamu Nakal dan berbohong maka hidungmu akan bertambah panjang. Baiklah,,, saya menjadi anak baik … tidak boleh nakal,,, tidak boleh berbohong. Gepetto dan Pinokio keluar Narator Demikianlah Gepetto sangat berbahagia karena Tuhan menjawab doanya. Boneka kayunya menjadi hidup sehingga Gepetto mempunyai teman. Gepeto hidup berbahagia dengan Pinokio. Gepetto ingin Pinokio mendidik Pinokio menjadi anak baik dan kemudian adik – adik, Pinokio menjadi besar dan bersekolah. Adegan Gepetto dan Pinokio masuk; Pinokio memakai baju sekolah Pengisi Suara Ingatlah Pinokio, kamu pergi ke sekolah, tidak boleh nakal dan tidak boleh berbohong. Setiap kali kamu nakal dan berbohong maka hidungmu akan bertambah panjang. Saya anak baik,,, tidak boleh nakal,,, tidak boleh berbohong … saya pergi ke sekolah untuk belajar. Daaaaggghhh Gepetto dan Pinikio keluar Narator Pinikio pergi ke sekolah dengan hati senang. Tetapi di tengah jalan Pinokio bertemua anak – anak sekolah yang nakal. Anak – anak itu mengajak Pinokio bolos sekolah. Pengisi Suara Haii kawan ,,, ayo bergabung dengan kami. Tidak usah pergi ke sekolah kita bolos saja. Bukan ko sendiri,,, kita semua bolos dari sekolah. Adegan anak – anak bolos bermain gambaran, mobil-mobilan, plays stasion dll Narator Pinokio terpengaruh oleh teman – teman yang nakal dan bolos sehingga tidak pergi ke sekolah. Anak – anak itu sangat menikmati permainan mereka dan mereka tidak mengingat bahwa sebagai anak – anak sekolah mereka harus rajin sekolah dan rajin belajar. Mereka tetap asyik bermain sampai lewat jam pulang sekolah dan Pinokiopun pulang kerumah. Adegan Pinokio Pulang Pengisi Suara Pinokio,,, apakah kamu pergi ke sekolah ??? Iya,, saya pergi ke sekolah Hidung tambah panjang Pinokio … kamu berbohong ??? Tidak … Hidung tambah panjang Pinokio … kamu sudah menjadi anak nakal Tidak,, saya anak baik hidung tambah panjang Narator Gepetto menjadi sedih karena Pinokio telah terpengaruh anak nakal. Begitu sedihnya Gepetto sehingga Gepettopun pergi dan pergi untuk selamanya. Pinokio menjadi sedih karena kepergian Gepetto. Pinokio menangis dengan sedihnya. Pengisi Suara Suara menangis …. Jangan pergi ,,, saya tidak punya siapa – siapa di dunia ini ,,, bapak Gepetto jangan pergi ,,,, sebentar lagi Natal … siapa yang akan bersama saya sebagai Keluarga. Adegan Gadis Penjual Korek Api Masuk Pengisi Suara Saya gadis penjual korek api,,, saya mau menjual korek api untuk membantu ibu saya yang sedang sakit. Adakah yang mau membeli korek api saya ??? Adakah yang mau membeli korek api saya ??? Harganya murah cuma seribu rupiah saja …. Hai teman,,, mengapa kamu menangis ??? Suara menangis saya sebenar hanya boneka kayu,,, saya tidak punya siapa – siapa dunia, saya hanya berteman dengan Gepeto tuan saya tetapi karena saya nakal Gepetto telah pergi dan tak kembali lagi … suara menangis Jangan menangis … kamu tidak sendirian, kami teman – teman sekolah Minggu Sion Mambui adalah teman dan keluarga untuk kamu. Ayoo teman – teman sekolah minggu kita berteman dan menjadi keluarga dari Pinokio, pinokio kamu harus bertobat menjadi anak baik karena Yesus sudah lahir untuk kita semua Semua anak sekolah minggu bergabung ke depan Pengisi Suara Saya gadis penjual korek api, dengan korek api yang saya jula, saya akan menyalakan lilin ini untuk menjadi tanda bahwa kita semua HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH dan kita menjadi lilin – lilin yang bercahaya terang bagi semua Orang. Narator Saudara – saudara, Tuhan Yesus meninggalkan segala kemuliaan-Nya di surga dan lahir di kandang hina….Dia memberikan hidup dan nyawa-Nya bagi kita. Maukah kita memberikan hidup kita untuk mengasihi semua orang. Dalam kasih Kristus marilah kita hidup bersama sebagai keluarga Allah. Menyanyi lagu Di Temaram Cahaya Demikian persembahan fragmen Natal HIDUP BERSAMA SEBAGAI KELUARGA ALLAH dari Sekolah Minggu Jemaat Sion Mambui.